Mendoakan Orang Yang Disayangi Secara Diam-diam

 Usaha dan Doa. Manusia terlahir dengan sifat cinta kasih. Oleh karenanya manusia hidup dengan penuh cinta dan kasih, baik kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk, dan kepada Tuhan. Dan kisah cinta selalu menarik untuk didengar. Kisah cinta ada yang berakhir tragis dan ada yang berakhir bahagia. Kisah pembunuhan pertama menurut kisah agama-agama samawi terjadi karena latar belakang cinta. 

Kisah cinta memang kadang penuh lika-liku dan tantangan. Dalam lika-liku perjalanan cinta ini sering kemudian kita mendokana orang yang disayangi secara diam-diam. Kita mendaoakannya untuk selalu sehat, selalu bahagia dan mendapatkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan.

Ketika seorang atau teman pamit untuk pergi jauh demi mendapatkan pekerjaan atau demi menuntut ilmu maka kita akan mendaoakan agar ia sukses dalam pekerjaan, agar ia sukses dalam studi dan menggapai apa yang dicita-citakan.

Dilain waktu kita mungkin mendatangi seorang ulama atau yang dianggap alim untuk meminta doa agar hajat yang kita inginkan tercapai. Bahkan ketika momentum politik kita dengan mudah mendengar seorang calon kepala desa, calon bupati, calon gubernur, calon anggota dewan, bahkan calon presiden mendatangi para kiai untuk meminta restu dan didoakan agar menang dalam kontestasi.

Baca juga: Usaha dan Doa adalah Tugas Hamba

Dalam dua kasus di atas biasanya kita atau kiai yang dimintai doa akan mendoakan orang yang datang secara terang-terangan, bahkan mengajak siapapun yang hadir di tempat tersebut untuk berdoa, atau mengamini doa yang dibacakan. Istilahnya doa berjamaah.

Tapi yang jarang dibahas adalah bahwa bagaimana ibu atau pasangan si kandidat selalu mendoakan kesuksesannya. Bahkan mereka mungkin akan bangun ditengah malam melakukan sholat dan setelah itu menadahkan tangannya memanjatkan doa. Ini dilakukan baik itu diketahui oleh kandidat mau pun tidak, baik diminta mau pun tidak.

Inilah doa tulus untuk orang yang dikasihi, doa yang dilakukan secara diam-diam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usahanya Sama Tapi Hasilnya Kok Berbeda, Kenapa? Apa Karena Takdir?

Usaha dan Doa adalah Tugas Hamba

Usaha yang Dahulu Ramai tapi Sekarang Sepi atau Bahkan Tutup