Usaha yang Dahulu Ramai tapi Sekarang Sepi atau Bahkan Tutup

 Dunia selalu berkembang. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Yang berasal dari tiada akan kembali tiada. Tidak mungkin yang berasal dari ketiadaan akan abadi. Begitu dengan usaha atau bentuk usaha. Ada usaha-usaha yang dahulu atau di waktu tertentu ramai, banyak pembeli dan membuat pemiliknya kaya tapi sekarang sepi bahkan tutup. Bahkan usaha tertentu tinggal cerita.

Di tahun 2000-an awal mulai menjamur warung internet. Kita kalau mau mengakses internet maka pilihan yang mudah adalah ke warung internet alias warnet. Pada saat itu mengakses internet sendiri masih dianggap sebagai sesuatu yang mahal. Telepon pintar atau smartphone juga belum berkembang. 

Tapi seiring semakin murahnya paket internet dan berkembangnya telepon pinter semua itu berubah. Infrastruktur telekomunikasi sekarang memang sudah berkembang begitu pesat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, dll. Di hampir semua perkantoran sudah terhubung dengan internet. Banyak rumah juga sudah memasang jaringan internet.

Perkembangan akses internet yang diawali dengan adanya warnet, kemudian berkembang ke warung kopi (warkop) yang menyediakan WiFi sekarang menjadi ke hampir semua kantor dan ke banyak rumah. Internet menjadi kebutuhan di kota-kota besar. Dunia terasa mati jika akses internet terputus. Dari bangun tidur sampai menjelang tidur orang-orang mengkases internet.

Baca juga: Usaha dan Doa adalah Tugas Hamba

Maka usaha warung internet yang dulu berjaya perlahan mulai kehilangan pelanggan. Sekarang kita akan kesusahan untuk mencari warnet. Orang sudah tidak butuh warnet karena internet sudah bisa diakses dari genggaman tangan atau dengan laptop yang dengan koneksi WiFi.

Apa yang dialami oleh warnet tidak berbeda dengan yang dialami oleh warung telekomunikasi atau wartel. Bahkan wartel terlebih dahulu mengalami nasib ini. Ini karena peralihan besar-besaran ke komunikasi menggunakan telepon genggang lebih dahulu dari pada perkembangan akses internet. Dan ini membuat wartel terlebih dahulu mati.

Cerita warnet dan wartel hanyalah sedikit contoh dari usaha-usaha yang dululu ramai tapi sekarang sepi bahkan tutup. Sebelum ini ada usaha angkutan dengan penarik kuda atau dokar yang hilang oleh perkembangan angkutan mobil. Dan sekarang angkutan umum sedang menghadapi kondisi antara hidup dan mati di tengah serbuan aplikasi macam gojek dan grap.

Selain usaha, ada juga profesi yang dulu digemari sekarang menghilang. 

Hilangnya usaha dan profesi tersebut berganti dengan usaha-usaha baru. Usaha yang terkait dengan dunia internet atau digital berkembang pesat. 

Ya, itulah dunia, akan selalu berkembang. Untuk itu kita harus menyiapkan anak-anak kita untuk menjalani hidup di zamannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usahanya Sama Tapi Hasilnya Kok Berbeda, Kenapa? Apa Karena Takdir?

Usaha dan Doa adalah Tugas Hamba