Usahanya Sama Tapi Hasilnya Kok Berbeda, Kenapa? Apa Karena Takdir?
Ada dua orang sopir Angkutan Kota (Angkot) di trayek yang sama, tapi pendapatan harian dari pekerjaan tersebut berbeda. Kenapa ada yang mempunyai usaha yang sama tapi hasilnya kok berbeda? Apakah karena rizki memang sudah ditakdirkan sehingga tidak bisa berubah?
Perdebatan mengenai usaha dan takdir memang tidak ada habisnya. Mungkin perdebatan tersebut sudah ada sejak manusia ada. Entah ada menurut kepercayaan agama-agama samawi, yaitu dimulai dari Nabi Adam as dan Siti Hawa, atau ada menurut toeri evolusi. Masing-masing pendapat mempunyai argumen dan mengajukan buktinya masing-masing. Pembicaraan mengenai hal tersebut bukan akan menyelesaikan masalah, tapi akan memperpanjang daftar perdebatan.
Ada dua pendapat yang saling bertolak belakang, yaitu pendapat free will/ free act dan pendapat fatalisme. Kelompok free will/ free act berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan untuk berkehendak dan berbuat oleh karenya nasibnya sangat ditentukan oleh kehendak dan perbuatannya. Dalam Islam kelompok ini disebut juga dengan "qodariah."
Di kelomok yang berseberangan, yaitu fatalisme berpendapat bahwa Tuhan Maha Kuasa, maka kehendak dan perbuatan bebas manusia akan mengurangi kemahakuasaan Tuhan. Tuhan sudah menentukan segalanya untuk setiap individu manusia. Apa yang terjadi pada setiap individu tidak lain merupakan kehendak dan perbuatan Tuhan. Dalam Islam kelompok ini disebut dengan "jabariah." Disebut demikian karena manusia berada dalam paksaan kehendak dan perbuatan Tuhan.
Di tengah perdebatan tersebut mucullah kelompok yang berusaha menengai. Salah satu yang berusaha menengai perdebatan itu adalah Abul Hasan Al Asy'ari, pendiri teologi Asya'ariah, salah satu teologi dengan penganut terbesar dalam Islam. Asy'ariah sendiri bercirikan pendapat yang berada di tengah di antara dua ekstrimisme, ekstrimisme tekstual dan ekstrimisme takwil, ekstrimisme jabariah dan ekstrimisme qodariah.
Baca juga: Usaha dan Doa adalah Tugas Hamba
Asy'ariah menawarkan solusi yang disebut dengan "kasb." Manusia mempunyai kewajiban untuk berusaha, tapi hasil akhir Tuhan yang menentukan. Jika seorang manusia di akhirat kelak dimasukkan kedalam neraka maka itu karena keadilan-Nya. Sebaliknya, jika seorang manusia masuk ke dalam surga maka itu tidak lain karena rahkat-Nya.
Walaupun Asy'ariah berusaha menengahi perdebatan tapi tetap saja tidak menyelesaikan masalah. Ia dianggap sebagai jabariah. Hasil akhir tetaplah Tuhan yang menentukan, terus dimana peran dan kehendak manusia? Jika dua orang mempunyai usaha yang sama tapi hasilnya berbeda itu tidak lain karena ketentuan Tuhan yang berdeda.
Maka jawaban atas pertanyaan "Usahanya Sama Tapi Hasilnya Kok Berbeda, Kenapa? Apa Karena Takdir?" tergantung dari apakah seseorang menganut jabariah atau menganut qodariah.
Komentar
Posting Komentar